Berita TerkiniHeadlineNasional

Gibran: Kemeriahan Imlek jejak keberanian Gus Dur dan Megawati

ADARA TIMUR – Kemeriahan perayaan Tahun Baru Imlek yang kini dapat dirasakan secara terbuka di berbagai ruang publik merupakan buah dari keberanian para pemimpin bangsa dalam merawat kebhinekaan Indonesia. Hal itu disampaikan Gibran Rakabuming, Wakil Presiden Republik Indonesia, Sabtu (28/2).

“Kita patut bersyukur dan menghargai bahwa indahnya lampion yang menghiasi jalan, meriahnya barongsai yang tampil di ruang publik, serta suasana hangat, gembira yang penuh kebersamaan dalam perayaan Imlek saat ini adalah buah dari keberanian dan keteguhan pemimpin bangsa dalam merawat kebhinekaan kita,” tuturnya

Ditanbahkan, perubahan besar itu berawal dari keputusan Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang melalui Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 mencabut berbagai pembatasan terhadap ekspresi budaya Tionghoa. Tidak hanya itu, suasana hangat dan penuh kebersamaan Imlek menjadi simbol kuat hadirnya negara dalam menjamin hak setiap warga untuk mengekspresikan identitas budayanya.

“Melalui Keppres Nomor 6 Tahun 2000, Gus Dur membuat kebijakan yang bukan sekadar administratif, tapi sebagai tonggak sejarah yang mengajarkan kita sebuah arti toleransi dan persaudaraan yang sebenarnya,” katanya

Kebijakan itu kemudian diperkuat oleh Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang pada tahun 2002 menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional. Penetapan tersebut dinilai sebagai wujud pengakuan utuh bahwa setiap warga negara berhak merayakan tradisi dan keyakinannya tanpa rasa takut ataupun terpinggirkan.

“Ini adalah wujud nyata pengakuan utuh bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengekspresikan identitas budayanya karena Indonesia adalah rumah besar yang dibangun bukan dari keseragaman, melainkan dari keberagaman,” tuturnya. (ant)

 

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button