Berita TerkiniHeadlineKALTIM

Kaltim Dikepung 657 Titik Panas, Udara Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diminta Kenakan Masker dan Tetap Waspada

ADARA TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur kian mengkhawatirkan. Kabut asap yang ditimbulkan kini mulai berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, ditandai dengan merosotnya kualitas udara hingga masuk ke dalam kategori tidak sehat.
Berdasarkan data Laporan Harian Posko Siaga Darurat Bencana Karhutla Kaltim, angka parameter partikel debu halus (PM 2.5) pada Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan lonjakan yang sangat tajam.
Memburuknya kondisi udara ini dipicu oleh maraknya kebakaran di lapangan. Satelit mendeteksi adanya 657 titik panas (hotspot) di seluruh wilayah Kaltim, di mana 23 titik di antaranya terkonfirmasi sebagai titik api aktif (firespot). Kabupaten Paser menjadi wilayah paling parah dengan 9 titik api, disusul Kota Samarinda dengan 5 titik api.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menjelaskan bahwa minimnya curah hujan membuat kondisi lahan menjadi sangat kering dan rapuh. Namun, ia menggarisbawahi bahwa alam bukan satu-satunya penyebab. Faktor kelalaian manusia memegang peran besar dalam bencana ini.
“Ancaman kekeringan dan bencana karhutla ini masih terjadi karena kondisi cuaca dan curah hujan yang sangat minim, sehingga lahan rawan terbakar dan asapnya mengganggu. Kita ketahui ini terjadi sebagian akibat dari kelalaian manusia juga,” ujar Buyung usai rapat koordinasi di Posko Siaga Darurat Kaltim.
Menyikapi situasi darurat ini, BPBD mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib mengenakan masker saat terpaksa bepergian guna menghindari dampak buruk partikel debu halus.
Larangan Tegas Bakar Lahan dan Sanksi Pidana
Pemerintah juga mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat maupun pelaku usaha agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Aturan ini sejalan dengan instruksi langsung dari Presiden.
“Saat ini dengan tegas tidak diperbolehkan lagi untuk membuka lahan dengan cara membakar. Bagi yang melanggar ada sanksi tegas,” kata Buyung. Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota aktif turun ke desa-desa untuk terus mengedukasi warga.
Di lapangan, perjuangan menjinakkan api terus dilakukan oleh 4.026 personel Satgas Darat gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan relawan. Kendati demikian, tim di lapangan menghadapi kendala besar, yaitu terbatasnya sarana peralatan dan sulitnya mencari sumber air di area kebakaran.
Guna mempercepat proses pemadaman yang kian meluas, BPBD Kaltim kini tengah mengajukan permohonan bantuan darurat ke BNPB pusat untuk mengerahkan armada helikopter water bombing agar pemadaman bisa dioptimalkan dari udara.
(Septian)
Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button