Gerbang Nusantara

Atasi Kelangkaan BBM Subsidi, Pemkab PPU Siapkan Rencana Bangun SPBU Murni Modal Daerah

ADARA TIMUR – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) tengah mematangkan rencana strategis untuk menyudahi persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayahnya.
Langkah konkret yang diambil adalah dengan merencanakan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang akan dikelola mandiri oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan bahwa kepemilikan SPBU daerah ini sangat krusial agar pemerintah memiliki kendali penuh terhadap sistem pelayanan serta memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ini upaya pemerintah dalam menanggapi salah satu strategi untuk mengatasi kelangkaan BBM bersubsidi. Kita berharap SPBU ini bisa hadir karena kalau kita memiliki dan mengelolanya, bisa kita kendalikan,” kata Mudyat, Jumat (4/9/2026).
Berikut adalah poin-poin penting terkait rencana proyek SPBU Daerah PPU:
Untuk menjaga independensi dan kendali penuh, Pemkab PPU mengarahkan agar proyek ini didanai murni menggunakan modal daerah. Pemerintah daerah belum berencana menggandeng investor atau pihak ketiga karena ingin memberikan panggung penuh bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) sebagai pengelola tunggal.
Guna mematangkan operasional, pihak Perumda akan segera melakukan konsultasi intensif dengan PT Pertamina Patra Niaga serta operator SPBU swasta lainnya. Langkah ini diambil sebagai sarana transfer ilmu agar manajemen BUMD dapat menguasai sistem bisnis dan tata kelola di sektor hilir migas secara profesional.
Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian utama Bupati Mudyat Noor adalah penentuan lokasi. Berkaca dari kondisi yang ada di mana antrean kendaraan sering meluap ke fasilitas publik, Pemkab PPU mencari lahan strategis yang memiliki akses luas.
Desain area SPBU baru ini nantinya wajib memiliki kantong parkir yang mampu menampung antrean kendaraan di dalam kawasan fasilitas, sehingga tidak memakan badan jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas setempat.
Selain untuk melayani kendaraan umum masyarakat, keberadaan SPBU daerah ini dirancang untuk menopang sektor ekonomi makro di akar rumput. Distribusi BBM subsidi dari SPBU BUMD ini nantinya akan dikoordinasikan secara ketat agar dapat menyokong sektor-sektor produktif, seperti:
  • Sektor Pertanian  
  • Sektor Perkebunan  
  • Sektor Perikanan/Nelayan 
Meski proyek ini menjanjikan solusi jangka panjang, Mudyat menyatakan bahwa realisasinya saat ini masih dalam tahap persiapan awal. Pemkab PPU masih berfokus melakukan kajian mendalam terkait kelayakan lokasi, mekanisme pengawasan operasional, serta sinkronisasi regulasi bersama Pertamina Patra Niaga sebelum melangkah ke tahap konstruksi fisik. (tian)

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button