Geliat Pesta Adat Nondoi, Rumah Adat Paser Jadi Pusat Budaya dan Ekonomi Rakyat

ADARA TIMUR – Perhelatan Pesta Adat Nondoi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membuktikan bahwa pelestarian tradisi leluhur dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi rakyat. Berpusat di kawasan Rumah Adat Paser, agenda budaya tahunan ini tidak hanya sukses menyedot perhatian ribuan warga dari berbagai penjuru, tetapi juga menjadi panggung strategis bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memamerkan serta mempromosikan produk-produk unggulan mereka.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Safwana, menyampaikan bahwa geliat keramaian yang tercipta di sekitar lokasi acara menjadi angin segar bagi para pedagang daerah. Kehadiran ribuan pengunjung setiap harinya dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha, khususnya yang bergerak di bidang kuliner khas daerah dan kerajinan tangan lokal.
“Setiap malam, aktivitas di sekitar Rumah Adat selalu hidup dan ramai dikunjungi warga. Ini menjadi kesempatan emas bagi para pedagang UMKM lokal untuk memasarkan produk-produk kuliner maupun hasil kerajinan mereka,” kata Safwana, Senin (19/10/2026).
Deretan stan UMKM dan pameran kerajinan menjadi salah satu magnet utama bagi para pengunjung yang memadati area Rumah Adat Paser. Kemeriahan makin terasa saat memasuki sore hingga malam hari, didukung oleh pertunjukan seni tradisional, tari-tarian daerah, serta panggung hiburan rakyat yang konsisten menyemarakkan suasana.
Bagi Pemerintah Kabupaten PPU, keberadaan Pesta Adat Nondoi merupakan momentum strategis untuk mengawinkan nilai-nilai cagar budaya dengan pengembangan sektor ekonomi kreatif. Melalui ajang ini, para perajin dan pembuat produk lokal memiliki wadah langsung untuk memperkenalkan hasil karya mereka kepada khalayak luas tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.
Meski demikian, pihak Disbudpar menyadari bahwa dampak ekonomi secara menyeluruh tetap bergantung pada volume transaksi jual-beli serta intensitas kunjungan masyarakat selama rangkaian pesta adat berlangsung.
“Ini adalah peluang kita bagaimana meningkatkan roda ekonomi dan nilai-nilai budaya kita senantiasa dilestarikan dan dijaga dengan baik,” katanya
Selain menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, Pesta Adat Nondoi juga mengemban misi sosial yang tidak kalah penting, yakni sebagai ruang perjumpaan dan silaturahmi antarwarga. Penyelenggara secara khusus mengundang perwakilan pemerintah daerah serta organisasi paguyuban dari kabupaten dan kota tetangga, termasuk Kabupaten Paser.
Kehadiran para tamu dari daerah lain ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antarmasyarakat di Kalimantan Timur, sekaligus menjadi sarana mengenalkan kekayaan tradisi Paser ke tingkat yang lebih luas.
Safwana berharap Pesta Adat Nondoi dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai agenda tahunan yang dinanti-nantikan, baik sebagai wahana pelestarian nilai-nilai luhur budaya maupun sebagai pemantik kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin pesta adat ini menjadi ajang silaturahmi yang hangat. Kunjungan perwakilan dari daerah tetangga serta partisipasi paguyuban warga akan semakin memperkuat persatuan dan kebudayaan di tanah Paser,” pungkasnya. (Adv)


