Dari RKB Hingga Lab Komputer, Pemkab PPU Kucurkan Rp27 Miliar untuk Fasilitas Pendidikan
ADARA TIMUR – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam mentransformasi sektor pendidikan daerah. Sebagai langkah nyata memperkuat fondasi Sumber Daya Manusia (SDM), Pemkab PPU mengalokasikan anggaran fantastis mencapai sekitar Rp27 miliar.
Dana tersebut dikucurkan khusus untuk mendongkrak kualitas sarana dan prasarana sekolah, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Melalui alokasi ini, pemerintah daerah berfokus membenahi ruang belajar yang rusak serta menghadirkan fasilitas penunjang baru yang representatif demi menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Plt Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Muhtar, mengungkapkan berdasarkan pemetaan awal, terdapat puluhan sekolah yang tersebar di berbagai wilayah PPU yang telah masuk dalam daftar penerima manfaat program peningkatan infrastruktur tersebut.
“Untuk jumlah satuan pendidikan yang masuk data penerima, ada 42 PAUD, 10 SD, dan delapan SMP. Jadi total keseluruhan mencapai 60 satuan pendidikan,” katanya, Senin (19/10/2026).
Program ini mencakup dua agenda utama, yakni pemugaran (rehabilitasi) gedung atau ruang existing yang membutuhkan perbaikan, serta pembangunan gedung baru untuk menampung kebutuhan siswa yang terus bertambah.
Dalam skema rehabilitasi, Pemkab PPU menargetkan pembenahan pada 66 Ruang Kelas Baru (RKB) yang terbagi atas 26 ruang kelas PAUD, 33 ruang kelas SD, dan 7 ruang kelas SMP. Selain ruang belajar, perbaikan juga menyasar 13 ruang kantor atau administrasi (10 PAUD dan 3 SD), 6 sarana perpustakaan (5 SD dan 1 SMP), serta pemugaran 19 unit toilet sekolah yang terdiri dari 15 toilet PAUD dan 4 toilet SD.
Sementara pada program pembangunan fisik baru, pemerintah fokus melengkapi kebutuhan dasar sekolah yang selama ini masih terbatas. Di antaranya pembangunan 18 ruang kelas baru (15 untuk PAUD dan 3 untuk SD), 2 ruang administrasi baru (masing-masing 1 untuk SD dan SMP), serta 15 ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang terbagi untuk 13 PAUD dan 2 SD.
Tak hanya itu, guna memastikan sanitasi dan kebutuhan penunjang pembelajaran terpenuhi, akan dibangun pula 8 unit toilet baru (5 PAUD, 2 SD, 1 SMP), 19 area atau wahana bermain khusus untuk peserta didik PAUD, serta 1 unit laboratorium komputer modern untuk jenjang SMP guna mendukung literasi digital para siswa.
Penetapan lokasi dan jenis bantuan tidak dilakukan secara acak. Seluruh program didasarkan pada mekanisme pengusulan berjenjang dari bawah (bottom-up) yang dikirimkan langsung oleh masing-masing pihak sekolah melalui sistem resmi Disdikpora.
Setiap usulan yang masuk kemudian melewati proses verifikasi teknis yang ketat di lapangan oleh tim terpadu untuk memastikan skala prioritas dan akurasi data.
“Proses pengusulan dilakukan secara bertahap dari satuan pendidikan, lalu dites dan diverifikasi oleh tim sebelum ditetapkan sebagai program yang direalisasikan. Jumlah 60 sekolah ini juga masih berpotensi bertambah seiring berjalannya proses verifikasi lanjutan,” pungkas Muhtar.
Ia menambahkan, untuk pembaruan data terkait potensi penambahan sekolah penerima manfaat berikutnya, pihak Disdikpora akan berkoordinasi secara berkala melalui Bidang Sarana dan Prasarana.
Melalui pengucuran anggaran Rp27 miliar ini, Pemkab PPU optimistis pemerataan mutu pendidikan dapat terwujud secara bertahap. Peningkatan kualitas gedung dan ketersediaan sarana belajar yang memadai diyakini menjadi modal utama dalam mencetak generasi muda PPU yang cerdas, berdaya saing, dan siap menyongsong masa depan. (Adv)


