ADVERTORIAL

Disdikpora PPU Perkuat Kompetensi Guru untuk Tingkatkan Pembelajaran Bahasa Paser

ADARA TIMUR – Upaya pelestarian bahasa daerah terus diperkuat oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kompetensi tenaga pendidik agar pembelajaran muatan lokal Bahasa Paser di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dapat berjalan lebih efektif.

Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah tantangan keterbatasan guru yang memiliki kemampuan berbahasa Paser secara baik dan benar.

Meskipun telah diterapkan sebagai mata pelajaran muatan lokal dan menjadi bagian dari penilaian siswa, pembelajaran Bahasa Paser dinilai masih membutuhkan penguatan, terutama dalam mendorong kemampuan siswa menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari.

Durajat, Sekretaris Disdikpora PPU, mengatakan peningkatan kualitas pembelajaran harus dimulai dari penguatan kapasitas guru. Menurutnya, tenaga pendidik perlu mendapatkan pendampingan dan pelatihan yang terarah agar mampu menyampaikan materi secara tepat serta menarik bagi peserta didik.

“Peningkatan kapasitas guru menjadi salah satu prioritas karena keberhasilan pembelajaran Bahasa Paser sangat bergantung pada pemahaman dan kemampuan tenaga pengajarnya,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Disdikpora PPU mulai mendorong pertemuan rutin bagi para guru muatan lokal Bahasa Paser. Kegiatan tersebut juga melibatkan pengawas sekolah yang memiliki kompetensi di bidang bahasa daerah untuk memperkuat kualitas materi dan metode pembelajaran.

Selain itu, Disdikpora membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pegiat bahasa, pemerhati budaya, dan Lembaga Adat Paser. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkaya materi pembelajaran sekaligus memastikan penggunaan bahasa Paser tetap sesuai dengan kaidah dan nilai budaya setempat.

Ke depan, pelatihan guru direncanakan berlangsung secara bertahap, mulai dari tingkat dasar hingga tingkat lanjutan. Disdikpora PPU juga menyiapkan bahan ajar berupa modul pembelajaran dan buku pegangan dwibahasa Indonesia–Paser untuk membantu guru menyampaikan materi secara sistematis.

Melalui langkah tersebut, pembelajaran Bahasa Paser diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kurikulum dan nilai rapor, tetapi juga mampu membentuk kebiasaan siswa dalam menggunakan bahasa daerah di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Penguatan pembelajaran Bahasa Paser menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat adat. Dengan dukungan yang berkelanjutan, bahasa daerah diharapkan tetap hidup dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Penajam Paser Utara. (Adv)

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button