Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Disdikpora PPU Imbau Sekolah Perketat Protokol Kesehatan Kesehatan

ADARA TIMUR – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur mulai berdampak signifikan terhadap kualitas udara di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Menanggapi ancaman kabut asap yang kian pekat, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh satuan pendidikan, mulai dari siswa, guru, hingga masyarakat luas, untuk meningkatkan kewaspadaan guna melindungi kesehatan pernapasan dan mata.
Plt. Kepala Disdikpora PPU, Muhtar, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah adalah prioritas utama. Pihaknya terus melakukan pemantauan ketat terhadap kualitas udara di empat kecamatan. Khusus untuk wilayah Kecamatan Sepaku yang terdampak paling parah oleh asap kiriman dan karhutla di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah sudah mulai diberlakukan.
“Kami meminta seluruh kepala sekolah dan guru untuk aktif memantau kondisi anak didik. Khusus untuk wilayah Sepaku, kebijakan belajar dari rumah secara daring (PJJ) telah kami terapkan selama beberapa hari terakhir demi keselamatan anak-anak. Sementara untuk wilayah Penajam, Waru, dan Babulu, kami terus memantau perkembangan terkini bersama Dinas Kesehatan. Jika kualitas udara terus memburuk dan masuk kategori tidak sehat, opsi serupa akan segera diambil,” ujar Muhtar saat dikonfirmasi, Senin.
Muhtar juga mengimbau agar seluruh warga sekolah dan masyarakat Penajam Paser Utara secara disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan di lingkungan masing-masing.
Lima poin protokol kesehatan penting yang wajib diperhatikan di antaranya:
- Mengurangi aktivitas di luar ruangan: Kegiatan luar kelas seperti olahraga atau upacara sebaiknya ditiadakan sementara waktu.
- Memakai masker saat bepergian: Masker medis atau N95 sangat dianjurkan untuk menyaring partikel debu dan asap berbahaya.
- Menutup pintu dan jendela rumah/sekolah: Hal ini penting untuk mencegah sirkulasi udara buruk masuk ke dalam ruangan.
- Memantau info kualitas udara secara rutin: Sekolah harus aktif berkoordinasi dengan instansi berwenang seperti DLH maupun Dinkes setempat.
- Segera berobat jika merasa sesak atau sakit: Jangan menunda ke puskesmas terdekat jika siswa atau guru mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atau iritasi mata.
Lebih lanjut, Muhtar mengingatkan agar pihak sekolah menghentikan sementara aktivitas pembakaran sampah di area sekolah yang berpotensi memperparah polusi udara lokal.
“Kabut asap ini adalah ancaman nyata bagi kesehatan anak-anak kita. Saya berharap kerja sama dari para orang tua, guru, dan masyarakat untuk tetap waspada dan saling menjaga kesehatan bersama. Pastikan anak-anak tetap menggunakan masker saat harus keluar rumah,” pungkas Muhtar. (adv)



