Berita TerkiniHeadlineIbu Kota Baru

Pembangunan IKN Ikut Dongkrak Perekonomian Pasca Pandemi

ADARA TIMUR – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Manoarfa mengatakan, pembangunan ibu kota negara baru (IKN) berpotensi mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 0,2 persen tiap tahun.

”Jadi sekarang kita memberikan business opportunity bagi swasta di IKN tapi ada syaratnya. Pandemi harus kita kendalikan,” katanya dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Sektor properti dan tenaga kerja yang dibutuhkan jutaan orang ini akan menggeliat roda perekonomian pasca pandemi covid-19.

“Bappenas telah mencoba menghitung bagaimana tidak mengganggu APBN. Kita ingin memberikan kesempatan seluasnya kepada swasta, dengan demikian ekonomi bergerak, kesempatan kerja terbentuk,” tutur Suharso

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata menambahkan, seperti dilansir Antara, pembangunan keseluruhan di IKN diperkirakan menelan dana sekitar Rp 500 triliun hingga 2024. Untuk kebutuhan pembangunan perumahan, diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 330 triliun hingga 2045.

Sedangkan hingga 2024, lanjut dia, diperkirakan menelan hingga Rp 80 triliun untuk membangun perumahan karena belum semua aparatur sipil negara (ASN) akan pindah ke IKN. Bappenas mencatat pembangunan IKN bisa menjadi salah satu cara untuk mendorong investasi setelah pandemi, dengan syarat pembangunan dilakukan setelah pandemi dapat dikendalikan dengan menurunkan pertambahan kasus positif Covid.

Salah satu cara investasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi adalah melalui pembangunan sarana perumahan dan perkantoran di IKN. Bappenas memproyeksi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen pada 2021, dibutuhkan total investasi sekitar Rp 5.817,3-Rp5.912,1 triliun.

Sementara itu, realisasi investasi pada 2020 sebesar Rp 4.897,78 triliun karena ekonomi terkontraksi. Sedangkan pada 2021, Bappenas mencatat dibutuhkan tambahan investasi sebesar Rp 919,5 triliun hingga Rp 1.014,32 triliun dari 2020 agar ekonomi dapat tumbuh di kisaran 4,5–5,5 persen.

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button