Berita TerkiniGerbang Nusantara

Pemkab PPU Proyeksikan Tambahan DBH Sawit Rp4 Miliar pada 2027, Bupati Mudyat Noor Tegaskan Fokus untuk Peningkatan Infrastruktur dan Kesejahteraan Petani

ADARA TIMUR – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memproyeksikan bakal menerima alokasi tambahan Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor kelapa sawit sebesar kurang lebih Rp4 miliar pada Tahun Anggaran 2027 mendatang. Tambahan alokasi dana transfer pusat ke daerah ini diharapkan mampu memberikan angin segar bagi penguatan kapasitas fiskal daerah sekaligus mempercepat roda pembangunan di kawasan sentra produksi perkebunan.

Kepastian mengenai proyeksi penambahan dana transfer tersebut disampaikan oleh Pemerintah Daerah sebagai bentuk transparansi pengelolaan keuangan daerah serta komitmen dalam mengawal hak-hak daerah penghasil komoditas kelapa sawit. Seiring dengan regulasi pembagian DBH Sawit dari Pemerintah Pusat, Kabupaten PPU terus melakukan pembenahan basis data perkebunan, pemetaan wilayah tutupan lahan sawit, serta peningkatan kepatuhan pendataan guna memastikan kalkulasi alokasi dana yang diterima daerah makin akurat dan proporsional.

“Proyeksikan Tambahan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit sebesar kurang lebih Rp4 miliar pada tahun 2027 ini merupakan kabar baik sekaligus amanah bagi kita di Kabupaten Penajam Paser Utara. Angka ini merupakan hasil dari ikhtiar bersama dalam memperjuangkan hak daerah penghasil agar mendapatkan porsi pembagian yang adil dan sepadan dengan kontribusi ekonomi yang telah disumbangkan oleh sektor perkebunan kita,” katanya, Jumat (23/10/2026)

Sebagai salah satu daerah penyangga Utama Ibu Kota Nusantara (IKN) yang memiliki potensi komoditas kelapa sawit terbilang besar, peningkatan penerimaan sektor perkebunan dipandang sangat strategis. Dana DBH Sawit tersebut direncanakan akan diserap secara terarah sesuai aturan pedoman teknis yang berlaku, dengan fokus utama pada pembenahan jalan usaha tani, jalan produksi perkebunan, infrastruktur pendukung pengangkutan logistik, hingga program perlindungan sosial bagi pekerja dan petani sawit swadaya.

“Fokus utama kita adalah pembenahan dan peningkatan infrastruktur, khususnya jalan-jalan produksi perkebunan dan jalan usaha tani yang selama ini menjadi keluhan para petani lokal. Ketika akses jalan bagus, mobilitas angkutan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi lancar, biaya logistik bisa ditekan, dan kualitas hasil panen tetap terjaga,” kata Mudyat

Mudyat optimistis bahwa dengan pemanfaatan anggaran secara transparan dan tepat sasaran, tambahan dana ini tidak hanya akan memperbaiki konektivitas antarwilayah perkebunan, tetapi juga secara langsung menekan biaya operasional para petani saat mengangkut Hasil Tandan Buah Segar (TBS) menuju pabrik pengolahan.

“Saya ingin tegaskan bahwa pemanfaatan anggaran DBH ini nantinya harus benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar di lapangan,” tambahnya

Tambahan DB Sawit, lanjut Mudyat, diharapkan mampu menambah kesejahteraan masyarakat petani dan lainnya, melalui peningkatan infrastruktur di wilayahnya.

“Selain pembangunan fisik infrastruktur, kita juga akan mengalokasikan perhatian pada penguatan kapasitas para petani swadaya serta perlindungan bagi para pekerja di sektor perkebunan. Kita ingin dampak dari keberadaan sektor sawit di PPU ini dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, bukan hanya tercatat sebagai angka-angka statistik perekonomian belaka. Mari kita kawal bersama pengelolaannya agar berjalan efektif, transparan, dan membawa keberkahan bagi kemajuan Penajam Paser Utara,” tambahnya. (Adv)

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button