Berita TerkiniGerbang Nusantara

Waspada Dampak Kabut Asap Karhutla , Bupati Mudyat Noor Imbau Warganya Pakai Masker

ADARA TIMUR –  Kondisi kualitas udara yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebaran kabut asap berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, khususnya saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diminta mengikuti imbauan kesehatan serta memperhatikan kondisi udara di lingkungan masing-masing.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, menggunakan masker saat diperlukan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan,” ujarnya, Mimggu (25/10/2026).

Mudyat mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla, antara lain dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas terkait. Pihaknya juga melalui perangkat terkait perlu terus memperkuat edukasi, pemantauan kualitas udara, serta kesiapsiagaan layanan kesehatan guna meminimalkan dampak kabut asap terhadap masyarakat.

“Kami juga instruksikan kepada seluruh instansi terkait untuk terus siaga dan aktif dalam melakukan pencegahan dan pemadaman karhutla ini,” tandasnya.

Senanda diutarakan Sekretaris Dinkes Kabupaten PPU, Safira Kunthi, pihaknnya  gencar sosialisasi pencegahan dampak kabut asap melalui kegiatan keliling yang dilaksanakan tim kerja promosi kesehatan. Sosialisasi menyasar sejumlah lokasi dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi, di antaranya pelabuhan dan pasar.

“Masyarakat tentu harus menjaga kondisi tubuh agar tetap prima. Sehingga kondisi asap dari karhutla ini tentu kita imbau agar masyarakat mengenakan masker saat keluar rumah,” ujarnya.

Upaya pencegahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya paparan polutan dari asap kebakaran. Kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan atau jantung, perlu mendapat perhatian khusus. Masyarakat yang mengalami sesak napas, kesulitan bernapas, atau keluhan kesehatan yang memburuk diimbau segera mencari pertolongan medis. (Adv)

 

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button