Berita TerkiniGerbang Nusantara

Upaya Penurunan Stunting, Bupati Mudyat Salurkan Bantuan Cadangan Pangan untuk 200 Balita Gizi Kurang

ADARA TIMUR – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada balita berstatus gizi kurang dan gizi buruk dari keluarga rentan pangan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati PPU Mudyat Noor, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten PPU Tohar, di Aula Kantor Kecamatan Penajam, Selasa (21/7/2026).

Program yang diprakarsai oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendukung percepatan penurunan stunting, pencegahan gizi buruk, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kolaborasi lintas perangkat daerah.

Usai menyerahkan bantuan secara simbolis, Bupati PPU Mudyat Noor kepada awak media menjelaskan bahwa program bantuan pangan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.

Menurutnya, penanganan kerentanan pangan dan permasalahan gizi tidak dapat dilakukan oleh satu organisasi perangkat daerah saja, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

“Program ini terus berjalan setiap tahun sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara dalam menangani kerentanan sosial. Tidak hanya Dinas Ketahanan Pangan, tetapi juga Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Dinas Sosial memiliki program yang saling mendukung. Harapan kami, bantuan ini dapat membantu menurunkan angka gizi buruk, mempercepat penurunan stunting, sekaligus meringankan beban keluarga yang membutuhkan,” ujar Mudyat.

Ia mengungkapkan, pada tahun ini terdapat sekitar 200 balita yang menjadi sasaran program dan tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Pemerintah daerah juga terus memperkuat cadangan pangan sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi kerawanan pangan maupun kondisi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Kami ingin seluruh program bantuan dari berbagai perangkat daerah berjalan secara terpadu. Dengan kolaborasi tersebut, masyarakat tidak hanya menerima satu jenis bantuan, tetapi memperoleh pendampingan dan intervensi yang lebih komprehensif sesuai kebutuhannya,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar, mengatakan bahwa penanganan stunting dan kerentanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah. Oleh karena itu, berbagai program intervensi dilaksanakan melalui pendekatan konvergensi sehingga sasaran yang ditetapkan memperoleh pelayanan secara berkelanjutan.

“Ini merupakan program bersama dengan sasaran yang sama. Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana bergerak secara terpadu sehingga penanganannya tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi,” jelas Tohar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU menjelaskan bahwa bantuan CPPD tahun 2026 diberikan kepada 200 balita berstatus gizi kurang dan gizi buruk yang tersebar di seluruh wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Rinciannya meliputi Puskesmas Babulu Darat sebanyak 17 balita, Gunung Intan 7 balita, Sebakung Jaya 15 balita, Waru 39 balita, Semoi II 19 balita, Tegin Baru 6 balita, Bukit Raya 11 balita,Maridan 9 Balita, Sotek 20 balita, Petung 9 balita, dan Penajam 48 balita.

Pada penyaluran tahap pertama ini, bantuan diberikan kepada balita penerima manfaat dari wilayah kerja Puskesmas Petung dan Puskesmas Penajam, sedangkan penyaluran untuk wilayah lainnya akan dilaksanakan secara bertahap.

Setiap paket bantuan terdiri atas 10 kilogram beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), dua rak telur, susu, minyak goreng, gula pasir, kacang hijau, tepung terigu, dan baking powder sebagai pelengkap kebutuhan gizi keluarga.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berharap upaya pemenuhan gizi balita dapat semakin optimal sehingga mampu menekan angka gizi buruk dan stunting sekaligus mewujudkan generasi PPU yang lebih sehat, berkualitas, dan berdaya saing.(Wan/*DiskominfoPPU)

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button