Wujudkan Infrastruktur Pendidikan Berkelanjutan, Disdikpora dan DLH PPU Matangkan Pertek Air Limbah Sekolah Nasional Terintegrasi

ADARA TIMUR – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) terus memperkuat komitmen nyata dalam menghadirkan pembangunan sarana pendidikan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Langkah strategis ini dibuktikan melalui penyelenggaraan rapat kerja intensif guna membahas substansi Dokumen Persetujuan Teknis (Pertek) Air Limbah untuk proyek pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.
Rapat koordinasi dan pembahasan teknis tersebut digelar bersama jajaran ahli serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PPU. Sinergi lintas instansi ini sengaja dibangun sejak tahap perencanaan untuk memastikan seluruh regulasi lingkungan hidup terpenuhi sebelum proyek fisik berjalan secara masif.
Agenda kerja tersebut secara khusus berfokus pada pencermatan detail teknis serta penyelarasan dokumen pengelolaan lingkungan hidup. Upaya ini dinilai sangat krusial agar seluruh fasilitas penunjang serta aktivitas domestik di lingkungan sekolah nantinya benar-benar memenuhi standar baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat menegaskan pentingnya langkah preventif ini agar pembangunan fasilitas pendidikan tidak menyisakan masalah lingkungan di kemudian hari.
“Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi ini dirancang untuk jangka panjang. Oleh karena itu, komitmen kelayakan lingkungan seperti Pertek Air Limbah ini harus dikaji dan dibahas secara matang bersama pihak DLH. Kita ingin memastikan bahwa seluruh sarana yang terbangun tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga aman bagi ekosistem sekitar,” katanya

Pembahasan Detail Komponen Teknis IPAL
Dalam diskusi yang berlangsung dinamis tersebut, tim teknis dari kedua instansi membedah sejumlah poin krusial yang menjadi perhatian utama. Beberapa aspek penting yang dibahas secara mendalam meliputi:
- Neraca Air Bersih dan Kalkulasi Debit: Melakukan penyesuaian perhitungan volume pemakaian air bersih harian prediktif dengan proyeksi volume debit air limbah yang akan dihasilkan oleh seluruh warga sekolah.
- Kriteria Desain IPAL: Menentukan spesifikasi teknis dan kriteria desain Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ideal agar kapasitas tampung dan kemampuan urai sistem pengolahan limbah berjalan optimal.
- Manajemen Residu dan Lumpur: Merumuskan mekanisme pembuangan serta pengelolaan lumpur hasil endapan IPAL secara berkala agar tidak menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap.
- Pemanfaatan Output Air Olahan (Eco-Green): Merencanakan sistem penyaluran air hasil olahan akhir IPAL yang telah memenuhi baku mutu untuk dimanfaatkan kembali (reuse) sebagai air penyiram tanaman non-konsumsi di area ruang terbuka hijau (RTH) sekolah.
- Standard Operating Procedure (SOP) Drainase: Menetapkan jalur drainase yang terpisah antara saluran air hujan dan saluran air limbah, disertai mekanisme pemantauan berkala (monitoring) terhadap kualitas air sebelum dialirkan ke luar kawasan sekolah guna mengantisipasi potensi pencemaran lingkungan sekitar.
Merespons pemaparan tersebut, pihak DLH PPU memberikan catatan dan masukan konstruktif agar implementasi di lapangan berjalan tanpa kendala teknis maupun hukum.
“Kami dari Dinas Lingkungan Hidup sangat mengapresiasi inisiatif Disdikpora. Kami memberikan beberapa catatan teknis terkait kapasitas IPAL dan baku mutu air limbahnya. Prinsipnya, DLH siap mengawal dan membantu penyempurnaan dokumen ini agar pemanfaatan air hasil olahan untuk area hijau sekolah dapat berjalan aman sesuai regulasi yang berlaku,” ungkap perwakilan tim verifikator DLH PPU.
Pihak Disdikpora PPU menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas seluruh catatan, koreksi, serta masukan teknis yang diberikan oleh tim verifikator dari DLH PPU. Seluruh rekomendasi tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh tim penyusun untuk menyempurnakan dokumen Pertek Air Limbah Sekolah Nasional Terintegrasi dalam waktu dekat.
Dengan adanya perencanaan dokumen dan sistem pengolahan limbah yang matang sejak dini, diharapkan proses pembangunan fisik Sekolah Nasional Terintegrasi dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala administratif maupun lingkungan. Lebih dari itu, proyek ini ditargetkan mampu menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi kawasan pendidikan modern yang aman, bersih, sehat, serta ramah lingkungan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. (Adv)



