Berita TerkiniGerbang Nusantara

Tanggulangi Karhutla dan Jaga Stabilitas Pangan, Pemkab PPU Perkuat Sinergi Bersama BI Balikpapan

ADARA TIMUR – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus bergerak cepat mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan ketidakpastian ekonomi. Melalui langkah kolaboratif, Pemkab PPU memperkokoh kemitraan strategis dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan untuk menghadapi empat isu krusial daerah yakni  penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mitigasi kekeringan, pengendalian inflasi, serta penguatan ketahanan pangan.

Sinergi lintas instansi ini dikonsolidasikan langsung dalam sebuah pertemuan kedinasan yang digelar di Kabupaten PPU pada Kamis (08/10/2026). Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan aksi nyata penyerahan bantuan sarana penunjang kebencanaan dari Bank Indonesia kepada pemerintah daerah.

Hadir memimpin jalannya acara, Sekretaris Daerah PPU Drs. H. Tohar, M.M., bersama Kepala Perwakilan BI Balikpapan. Momentum ini juga disaksikan oleh jajaran kepala perangkat daerah terkait serta jajaran operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU.

Dalam arahannya, Sekda PPU Tohar menyoroti kondisi iklim yang kian menantang dengan meningkatnya grafik Hari Tanpa Hujan (HTH) di wilayah Penajam Paser Utara. Situasi ini dinilai meningkatkan risiko kerawanan karhutla, terutama di titik-titik lahan gambut yang membutuhkan penanganan ekstra.

Tohar menegaskan bahwa urusan kebencanaan dan stabilitas ekonomi tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah sendirian, melainkan menuntut kepedulian kolektif dari seluruh lapisan masyarakat.

“Kondisi karhutla di PPU saat ini memang masih dalam koridor yang terkendali berkat kesiapsiagaan tim di lapangan. Namun, kita tidak boleh lengah sedikit pun. Karakteristik kebakaran di sejumlah wilayah kita, khususnya lahan gambut, itu sangat menipu—bisa terlihat padam di permukaan tapi menyala di dalam tanah selama berhari-hari. Dampaknya tidak main-main, langsung melumpuhkan lingkungan hidup sekaligus memukul roda perekonomian masyarakat bawah,” tuturnya

Lebih lanjut, Tohar menginstruksikan seluruh jajaran aparatur perwilayahan untuk menggencarkan kampanye edukasi larangan membakar. “Saya minta camat, lurah, hingga ketua RT untuk aktif mengampanyekan larangan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Baik itu untuk skala perkebunan besar maupun sekadar pembersihan pekarangan rumah. Kita harus sadar, mencegah jauh lebih murah dan mudah daripada memadamkan,” tambah Sekda PPU.

Sebagai wujud nyata dari komitmen kemitraan, Kantor Perwakilan BI Balikpapan menyerahkan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa sarana dan prasarana penanggulangan bencana kebakaran hutan, lahan, dan kekeringan kepada BPBD Kabupaten PPU.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Kepala Perwakilan BI Balikpapan berupa baju pemadam tahan api bermutu tinggi, yang diterima langsung oleh perwakilan personel lapangan BPBD PPU dengan disaksikan oleh Sekda. Bantuan sarpras ini diharapkan mampu meningkatkan standar keselamatan dan efektivitas kerja para petugas pemadam saat bertaruh nyawa di garis depan.

Selain fokus pada mitigasi bencana fisik, kolaborasi Pemkab PPU dan BI Balikpapan ini juga diarahkan pada penguatan rantai pasok pangan lokal melalui program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Integrasi program ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat Serambi Nusantara di tengah tantangan iklim dan dinamika ekonomi kawasan. (Adv)

 

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button