DPMD PPU Intensifkan Pembinaan Aparatur Desa Lewat Evaluasi Lapangan Terpadu

ADARA TIMUR – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berkomitmen penuh mengawal akuntabilitas pembangunan desa. Langkah taktis ini diwujudkan melalui aksi monitoring dan evaluasi (monev) lapangan terpadu guna memastikan seluruh alokasi anggaran desa dikelola secara transparan, akurat, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Kecamatan Sepaku menjadi titik fokus pelaksanaan evaluasi berkala ini. Tim DPMD PPU turun langsung meninjau progres pembangunan di dua wilayah strategis, yakni Desa Tengin Baru dan Desa Bukit Raya. Agenda ini merupakan bagian dari fungsi supervisi dan pengawasan melekat pemerintah daerah terhadap tata kelola keuangan desa.
Dalam peninjauan tersebut, tim verifikator tidak hanya memeriksa berkas administrasi, tetapi juga menyisir langsung lokasi proyek infrastruktur dan program pemberdayaan. DPMD menyandingkan kesesuaian antara perencanaan awal, realisasi anggaran di lapangan, serta asas manfaatnya bagi kebutuhan riil masyarakat setempat.
Kepala DPMD Kabupaten PPU, Tita Deritayati, menjelaskan bahwa turunnya tim ke desa-desa merupakan bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan bagi aparatur desa, bukan sekadar mencari kesalahan.
“Monitoring ini bukan semata-mata untuk melihat hasil kegiatan, tetapi juga bagian dari pembinaan. Kami ingin mengetahui progresnya, apakah pelaksanaan sudah sesuai dengan perencanaan dan bagaimana pemanfaatan anggarannya,” ujar Tita, Kamis (8/10/2026)
Tita menekankan pentingnya deteksi dini terhadap kendala administratif maupun teknis di lapangan. Menurutnya, respons cepat terhadap masalah adalah kunci kelancaran serapan anggaran.
“Kalau ditemukan kendala, tentu akan menjadi bahan evaluasi bersama. Yang paling penting bagaimana persoalan tersebut bisa segera ditindaklanjuti sehingga tidak menghambat pelaksanaan pembangunan desa,” tuturnya
Melalui pengawasan yang humanis namun ketat ini, DPMD PPU berharap tata kelola pemerintahan desa di seluruh wilayah Benuo Taka semakin matang, bebas dari risiko penyimpangan, dan mampu mengakselerasi kemajuan ekonomi dari tingkat paling bawah. (Adv)



