Berita TerkiniGerbang Nusantara

Akselerasi Infrastruktur Pesisir, Tiga Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di PPU Resmi Teken Kontrak Fisik

ADARA TIMUR – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terus bergerak cepat dalam merealisasikan program pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir. Komitmen ini dibuktikan dengan percepatan pelaksanaan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditargetkan mampu menata permukiman pesisir sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat nelayan lokal.

Berdasarkan Keputusan Surat Keterangan (SK) Pemkab PPU, terdapat lima lokasi strategis yang telah ditetapkan sebagai lokus pengembangan program KNMP. Dari total lima titik tersebut, tiga lokasi di antaranya kini telah resmi menyelesaikan seluruh proses administrasi dan melakukan penandatanganan kontrak pengerjaan fisik.

Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, mengungkapkan bahwa perkembangan program KNMP di wilayahnya berjalan sesuai dengan target dan menunjukkan progres yang sangat positif. Penandatanganan kontrak ini menjadi lampu hijau bagi para kontraktor untuk segera menerjunkan alat berat dan memulai pengerjaan di lapangan.

“Tiga sudah berkontrak ya dari SK KNMP,” ujarnya, Rabu (7/10/2026)

Adapun tiga lokasi yang telah resmi menandatangani kontrak pengerjaan tersebut meliputi:

  1. Kelurahan Nenang (Kecamatan Penajam)
  2. Kelurahan Tanjung Tengah (Kecamatan Penajam)
  3. Desa Api-Api (Kecamatan Waru)

Dengan rampungnya penandatanganan kontrak ini, ketiga wilayah pesisir tersebut dinyatakan siap memasuki tahapan konstruksi. Program KNMP ini nantinya tidak hanya fokus pada perbaikan estetika permukiman melalui pengecatan atau penataan ikonik khas ‘Merah Putih’, tetapi juga menyasar perbaikan infrastruktur dasar yang esensial bagi produktivitas nelayan.

Beberapa klaster pembangunan yang biasanya terintegrasi dalam KNMP meliputi perbaikan atau pembuatan dermaga tambat kapal yang representatif, peningkatan kualitas jalan lingkungan/jembatan titian di atas air, penyediaan sarana sanitasi dan air bersih, hingga penyediaan fasilitas pengolahan atau penyimpanan hasil tangkapan laut.

Langkah akselerasi ini diambil Pemkab PPU mengingat urgensi penataan kawasan pesisir yang juga berfungsi sebagai benteng ekonomi daerah. Sebagai wilayah mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten PPU dituntut untuk mampu mentransformasikan kawasan pesisirnya menjadi wilayah yang rapi, higienis, dan memiliki daya tarik wisata bahari tanpa menghilangkan identitas lokal sebagai masyarakat nelayan.

Sementara itu, untuk dua lokasi sisa yang tercantum dalam SK penetapan KNMP, Pemkab PPU melalui dinas teknis terkait terus melakukan asistensi dan percepatan proses administrasi agar sisa paket pekerjaan tersebut dapat segera menyusul kontrak dalam waktu dekat. (Adv)

 

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button