Berita TerkiniGerbang Nusantara

Menjaga Urat Nadi Pertanian: Bupati PPU Mudyat Noor Dorong Peran Aktif Warga Laporkan Jalan Rusak demi Dongkrak Ekonomi Petani

ADARA TIMUR – Sektor pertanian memegang peranan yang amat strategis dan krusial sebagai fondasi penggerak perekonomian kerakyatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Di tengah geliat pembangunan daerah yang semakin masif, kesejahteraan para petani sangat bergantung pada kelancaran sarana dan prasarana pendukung, terutama infrastruktur jalan.

Bupati PPU Mudyat Noor memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan-jalan pertanian yang kerap dikeluhkan warga. Orang nomor satu di jajaran Pemkab PPU ini secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya para petani, agar tidak ragu untuk segera melaporkan setiap adanya kerusakan infrastruktur jalan di wilayah mereka agar bisa langsung ditindaklanjuti oleh instansi berwenang.

“Ya kita senantiasa memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk juga akses jalan yang baik, dan kami selalui responsif dengan aksi nyata,” katanya

Menanggapi, keluhan yang sempat dilayangkan oleh para petani terkait kondisi jalan penghubung sentra pertanian langsung mendapat atensi dari kepala daerah. Pihaknya, memberikan apresiasi sekaligus penilaian positif terhadap kinerja jajaran instansi teknis di lapangan, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten PPU.

Menurut Mudyat, Dinas PUPR selama ini telah membuktikan komitmen dan kesigapannya dalam merespons setiap aduan infrastruktur dari masyarakat. Namun, kecepatan penanganan tersebut tentu sangat bergantung pada ada atau tidaknya laporan resmi yang masuk ke pihak instansi.

“Selama ini sebetulnya kalau jalan-jalan yang ada di Penajam, kawan-kawan dari kita, dari PUPR, cukup tanggap dan cukup cepat dalam melakukan penanganan selama ada laporan,” tegasnya

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Dinas PUPR PPU sebenarnya telah memiliki fasilitas pendukung yang cukup memadai, termasuk ketersediaan peralatan berat yang lengkap untuk diterjunkan langsung ke titik-titik kerusakan jalan. Oleh karena itu, laporan atau permohonan dari masyarakat menjadi kunci utama untuk membuka jalan bagi pengerahan alat-alat berat tersebut ke lapangan.

“Biasanya kalau ada permohonan perbaikan jalan, teman-teman kita cepat menangani, karena alatnya lengkap di UPT PU,” tambahnya meyakinkan.

Persoalan infrastruktur pertanian diakuinya tidak selalu bisa diselesaikan secara instan hanya dengan mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten saja. Luasnya cakupan wilayah serta keterbatasan kewenangan membuat penanganan jalan pertanian menuntut adanya kerja sama yang terintegrasi di berbagai tingkatan birokrasi.

Bupati Mudyat menekankan bahwa kunci utama untuk menyelesaikan keluhan para petani secara tuntas adalah dengan merajut kolaborasi dan sinergitas yang kuat antara berbagai pihak terkait.

 “Kolaborasi dan sinergitas antara masyarakat pengguna jalan pertanian dengan pemerintah daerah, provinsi, dan pusat ini yang perlu diterapkan, sehingga persoalan petani itu bisa kita selesaikan,” tegasnya.

Bukan tanpa alasan Bupati PPU menaruh perhatian besar pada sektor ini. Bagi para petani di Penajam Paser Utara, akses jalan yang layak dan mulus adalah urat nadi yang menentukan efisiensi ekonomi. Kondisi jalan yang rusak parah, berlubang, atau sulit dilalui saat musim hujan tidak hanya menghambat mobilitas sehari-hari, tetapi juga memicu lonjakan biaya operasional pengangkutan hasil panen menuju pasar atau sentra pengumpulan.

“Jika distribusi hasil bumi terhambat, maka daya saing petani lokal akan melemah, yang pada akhirnya berdampak langsung pada penurunan tingkat kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur jalan pertanian dipandang sebagai investasi jangka panjang yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak,” tambah Mudyat. (Adv)

 

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button