ADVERTORIALBerita Terkini

Akselerasi Kualitas Pendidikan Penunjang IKN, Guru di PPU Pertajam Kompetensi Lewat Pelatihan Modul 3 Bersama OIKN dan Tanoto Foundation

ADARA TIMUR –  Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus bergerak cepat dalam memacu mutu dan kualitas sektor pendidikan. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung sekaligus menjadi beranda penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), kesiapan sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik menjadi prioritas utama.

Langkah taktis ini ditegaskan melalui kehadiran Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU, Muhtar, S.Pd., M.M., dalam pembukaan agenda Pelatihan Roll Out Modul 3 untuk Guru. Kegiatan strategis yang berlangsung intensif selama tiga hari ini dipusatkan di Ruang Rapat Eselon 1, Lantai 4 Tower 3, Kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Program ini merupakan buah kolaborasi kedeputian jajaran Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN)—khususnya Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat—yang bersinergi dengan lembaga filantropi pendidikan, Tanoto Foundation. Fokus utamanya adalah membekali para guru kelas dan fasilitator daerah (fasda) dengan metodologi pengajaran mutakhir pada tiga mata pelajaran inti: Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kadisdikpora PPU, Muhtar, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen OIKN dan Tanoto Foundation dalam merangkul pendidik lokal. Menurutnya, percepatan kualitas pendidikan di wilayah delineasi dan penyangga IKN sudah tidak bisa ditawar lagi mengingat standar kompetensi masa depan akan bergerak semakin tinggi.

“Akselerasi mutu pendidikan di wilayah IKN dan sekitarnya adalah hal yang sangat mendesak. Melalui Pelatihan Modul 3 ini, kami ingin memastikan para guru di PPU tidak lagi sekadar mengajar secara konvensional, melainkan mampu bertransformasi menjadi fasilitator pembelajaran yang kreatif di ruang kelas,” ujar Muhtar di sela-sela kegiatan.

“Penguasaan metode baru yang lebih interaktif pada mapel Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA sangat krusial. Ini adalah fondasi utama untuk melahirkan generasi penerus di PPU yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berpikir kritis, analitis, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” imbuhnya.

Muhtar juga menitipkan pesan penting agar para fasilitator daerah dan guru yang mengikuti pelatihan ini bertindak sebagai agen perubahan. Ilmu dan modul yang diserap selama tiga hari di Gedung Kemenko 3 wajib disebarluaskan dan diimbaskan ke sekolah-sekolah lain di seluruh wilayah Penajam Paser Utara guna memastikan terjadinya pemerataan kualitas edukasi.

Pelatihan Modul 3 dirancang secara aplikatif untuk menyasar tantangan riil pembelajaran di tingkat dasar dan menengah:

  1. Bahasa Indonesia: Difokuskan pada peningkatan literasi tingkat tinggi, kecakapan membaca pemahaman, serta kemampuan menuangkan gagasan secara sistematis.
  2. Matematika: Diarahkan pada penguatan numerasi berbasis pemecahan masalah kontekstual (problem-solving), sehingga siswa tidak sekadar menghafal rumus melainkan memahami logika aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Menekankan pada metode eksperimen ilmiah sederhana dan pembelajaran berbasis inkuiri untuk merangsang rasa ingin tahu (curiosity) serta daya kritis siswa sejak dini.

Melalui penyegaran dan penguatan kompetensi ini, atmosfer ruang kelas di Penajam Paser Utara diharapkan berubah menjadi lebih interaktif, hidup, dan berpusat pada siswa (student-centered learning). Sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, OIKN, dan mitra pembangunan seperti Tanoto Foundation ini menjadi modal kuat dalam menjamin keberlanjutan mutu pendidikan yang berstandar tinggi di kawasan Nusantara. (Adv)

 

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button