ADVERTORIAL

Disdikpora PPU Bekali Puluhan Pemuda Keterampilan Olahan Makanan, Dorong Lahirnya Wirausaha Muda

ADARA TIMUR – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan generasi muda agar mampu mandiri serta memiliki daya saing di dunia usaha. Salah satunya melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pemuda berupa Pelatihan Olahan Makanan yang diikuti 30 peserta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora PPU, Muhtar, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan, produktivitas, serta kemampuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pemuda tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga perlu didukung dengan pelatihan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi usaha produktif.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para pemuda tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha. Kami ingin pemuda di PPU mampu mandiri, kreatif, dan tidak hanya bergantung pada kesempatan kerja yang tersedia, tetapi juga berani menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” ujar Muhtar, Senin (2/11/2026).

Ia juga berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Para peserta diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan, menjaga kualitas produk, serta mulai merintis usaha secara bertahap sehingga dapat memberikan dampak ekonomi bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat sekitar.

Pelatihan tersebut menghadirkan instruktur profesional, Hetty Indriaswari, seorang pengajar sekaligus praktisi yang berpengalaman di bidang kuliner.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik secara langsung. Materi teori meliputi regulasi usaha makanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Good Manufacturing Practices (GMP), sanitasi, hingga teknik pengemasan produk.

“Mereka tidak hanya dibekali pengetahuan dasar, peserta juga diajak mempraktikkan berbagai jenis olahan makanan yang memiliki potensi nilai jual di pasaran,” tambah Muhtar

Pada sesi praktik, peserta mempelajari pembuatan dimsum dan sosis, termasuk penerapan standar sanitasi dapur serta kebersihan personal. Selanjutnya, mereka mendapatkan keterampilan membuat salt bread dan roti gulung abon.

Pelatihan juga dilanjutkan dengan praktik pembuatan takoyaki dan pizza. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan gelar produk atau mini bazaar sebagai sarana bagi peserta untuk memperkenalkan hasil olahan mereka.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pora Disdikpora PPU, Mahmudin, S.Sos mengatakan, pemuda memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui pengembangan sektor kewirausahaan dan industri kreatif di bidang kuliner. Kegiatan tersebut merupakan salah satu memperingati Hari Sumpah Pemuda Oktober 2026.

“Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda juga diharapkan menjadi semangat bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kemampuan, kreativitas, dan keberanian dalam menciptakan peluang usaha secara mandiri,” katanya.

Dalam kegiatan penutup tersebut, peserta juga mengikuti simulasi penjualan, uji organoleptik atau penilaian produk berdasarkan aspek rasa, aroma, tekstur, dan penampilan, serta evaluasi bersama mentor.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Oktober 2026 tersebut, dipusatkan di BLK Komunitas Yayasan Aulia Hutama Humairoh, Jalan Masjid RT 10, Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten PPU. Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Pora Disdikpora PPU, Mahmudin, S.Sos.

Melalui kegiatan ini, lanjut Mahmudin, pihaknya berharap para peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh sebagai bekal untuk memasuki dunia usaha.

“Selain meningkatkan kemampuan individu, pelatihan tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya pelaku usaha muda di Kabupaten Penajam Paser Utara, khususnya pada sektor industri kreatif dan usaha kuliner,” tambahnya. (Adv)

 

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button