Berita TerkiniGerbang Nusantara

Ekonomi Digital PPU Melesat: Transaksi QRIS Bankaltimtara Tembus Rp4 Miliar, Sentuh Rumah Ibadah hingga Desa

ADARA TIMUR – Arus digitalisasi keuangan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat masif. PT BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) Kantor Cabang Penajam mencatat lompatan besar di mana nilai transaksi nontunai masyarakat melalui sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sukses menembus angka Rp4 miliar per September 2026.

Realisasi ini menunjukkan kenaikan tajam dibanding periode tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata tertahan di angka Rp2 miliar hingga Rp3 miliar. Lonjakan volume transaksi ini dipicu oleh meluasnya adopsi teknologi oleh para pelaku usaha, dengan total 2.456 merchant UMKM di bumi Benuo Taka yang kini telah terintegrasi penuh ke dalam ekosistem digital Bankaltimtara.

Kepala Bankaltimtara KC Penajam, Agus Setiawan, menjelaskan bahwa penambahan jumlah merchant yang konsisten setiap bulannya menjadi bukti nyata bahwa masyarakat PPU kini semakin melek digital. Guna menjaga momentum ini, pihaknya telah menyiapkan peta jalan ekspansi yang menyasar kantor cabang pembantu di kelas dua dan tiga, sekaligus mempererat kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten PPU.

“Kami berencana memperluas cakupan penggunaan QRIS ini melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten PPU. Salah satu agenda terdekat adalah menguji coba penyaluran bantuan sosial melalui Dinas Sosial PPU dengan skema nontunai agar lebih transparan,” ungkap Agus.

Menariknya, penetrasi QRIS di PPU tidak hanya mendominasi sektor komersial dan kegiatan expo semata, melainkan telah merambah ke sektor filantropi keagamaan. Saat ini, sebanyak 34 masjid dan sejumlah gereja di wilayah PPU telah dilengkapi fasilitas QRIS resmi. Langkah inovatif ini sengaja dihadirkan untuk mempermudah masyarakat dalam menyalurkan infak, sedekah, maupun derma secara aman dan real-time, sekaligus mendigitalisasi pencatatan kas bagi para pengurus rumah ibadah.

Selain memperkuat infrastruktur QRIS, Bankaltimtara juga meluncurkan program Bersama Desa, Tumbuh Untuk Negeri (BUEN). Inisiatif pemberdayaan ekonomi berbasis desa ini mendapatkan respons positif dan kawalan penuh dari pihak eksekutif daerah karena dinilai sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) PPU.

Mewakili pemerintah daerah, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Hadi Saputro, menegaskan bahwa Pemkab PPU bergerak cepat mengonsolidasikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis guna menyukseskan implementasi di enam desa yang menjadi proyek percontohan (pilot project).

Untuk memastikan pembinaan berjalan padu, pemerintah daerah mengerahkan kekuatan lintas dinas yang melibatkan:

  1. Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang)
  2. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
  3. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)
  4. Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM-Perindag)
  5. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
  6. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
  7. Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab PPU

“Peranan lintas dinas ini sangat urgen untuk membuka sumbat birokrasi, mempercepat legalitas usaha desa, serta mempermudah akses permodalan perbankan bagi para pelaku UMKM lokal. Tujuan besar kami sama, yaitu menaikkan angka inklusi keuangan, meningkatkan literasi digital, dan memaksimalkan fungsi perbankan demi mendorong kemandirian ekonomi berbasis digital di seluruh desa Kabupaten PPU,” pungkas Hadi. (Adv)

 

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button