Berita TerkiniHeadlineLIFESTYLE

Kenali Anak-anak Kecanduan Main Game

Menjadi pecandu game sejak kelas 5 SD pernah dialami seorang pria bernama Nababa. Lewat acara Hidup Sehat di tvOne, Selasa 8 Desember 2020, Nababa menceritakan awal mula dirinya sadar menderita kecanduan game.

Diakuinya, kecanduan game makin parah saat dia merasa tanpa game, dia susah mengendalikan emosi dan sulit memanaje waktu. Nababa yang kini berusia 20 tahun mengaku bisa lupa diri saat bermain game. Waktu yang dihabiskan untuk bermain game bisa lebih dari 12 jam sehari. Gara-gara game, sekolahnya terganggu.

Mengenai hal ini, dr Eva Suryani Sp.KJ menuturkan bahwa seseorang dikatakan mengalami kecanduan game bisa diketahui dari beberapa ciri. Seperti apa ciri-ciri seseorang mengalami kecanduan game? Berikut penjelasan dr Eva.

“Menurut WHO, di pertengahan juni ada kriteria adiksi game. Orang yang adiksi game cirinya prioritaskan game di atas aktifitas lainnya. Kedua, orang itu tidak bisa kendalikan dirinya untuk berhenti main game. Sudah tahu ada konsekwensi negatif dari game tapi tetap dilakukan. Misalnya, sampai ada perubahan emosi, hingga menimbulkan gangguan performa akademik juga gangguan relasi,” kata dr Eva.

Kecanduan game, menurut dr Eva merupakan penyakit otak yang kronis namun masih bisa diobati. Sebab, kecanduan game ini melibatkan fungsi area otak, melibatkan fungsi memori.

Kecanduan game bisa dipengaruhi oleh lingkungan, bisa juga lantaran tujuan awalnya mencari hiburan namun berakhir sulit dikendalikan. Untuk itu, kata dr Eva, anak usia sekolah jangan dibiarkan terlalu lama bermain game lantaran fungsi otaknya belum bisa secara sempurna memfilter sesuatu yang perlu dan tidak perlu.

Untuk mencegah terjadinya kecanduan game pada anak, orang tua bisa melakukan hal lain yang bisa membuat aktivitasnya lebih aktif.

“Untuk cegah kecanduan game batasi waktu, lakukan aktivitas di luar game yang menyenangkan. Karena hiburan tidak hanya dari game saja, bisa melakukan hobi seperti  membaca, memasak, bernyanyi, dll.” tuturnya. (viva)

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button