Berita TerkiniHeadlineOlahraga

Penguatan Sepak Bola Putri, PSSI bersama FFF Gelar Program Next Goal

ADARA TIMUR – PSSI menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengembangan sepak bola putri nasional melalui kolaborasi strategis bersama French Football Federation (FFF) dan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dalam program bertajuk Next Goal.

Program ini diperkenalkan secara resmi dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Rabu, 15 April 2026, di Institut Français Indonesia (IFI), Jakarta.

Melalui program ini, PSSI bersama menghadirkan pendekatan pengembangan yang menyeluruh. Sebanyak 400 pemain putri usia dini (7-12 tahun) terlibat dalam Coaching Clinic – Grassroots Festival di Bandung pada tanggal 11 dan 12 April 2026. Sebanyak 60 pelatih juga mengikuti program peningkatan kapasitas kepelatihan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan langsung dari sejumlah pemain nasional yang hadir memberikan semangat kepada para peserta, di antaranya pemain Timnas Putri, Zahra Muzdalifah, Syafia Chorlienka, Laita Roati, serta pemain Persib Bandung, Layvin Kurzawa.

Pada sisi pengembangan kepemimpinan, Garuda Academy Executive Programme: Women’s Football & Sports Management Workshop digelar tanggal 14 April 2026 serta diikuti oleh 35 peserta perempuan yang berasal dari berbagai latar belakang dalam ekosistem sepak bola dan futsal, termasuk staf federasi, administrator klub, pengelola kompetisi, profesional muda di industri olahraga, hingga individu yang ingin berkarier dalam manajemen sepak bola. Komposisi peserta ini dirancang untuk membangun pipeline dalam kepemimpinan sepak bola dan futsal Indonesia.

Materi workshop mencakup berbagai aspek penting dalam manajemen olahraga modern, mulai dari lanskap dan model pengembangan sepak bola perempuan Prancis yang terintegrasi, dari tingkat grassroots hingga pembinaan talenta elite melalui pusat pelatihan seperti INF Clairefontaine, hingga kompetisi liga profesional yang kuat.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai kepemimpinan dalam organisasi olahraga, termasuk pengelolaan tim dan pengambilan keputusan strategis; tata kelola olahraga yang menekankan transparansi dan akuntabilitas; strategi pengembangan sepak bola putri; serta aspek administrasi dan manajemen olahraga, termasuk pengelolaan kompetisi dan program pengembangan pemain.

Pembelajaran ini diperkuat melalui implementasi nyata pada tahap lanjutan program, di mana sebanyak 20 pemain Timnas U-17 Putri Indonesia bersama lima pelatih akan mengikuti pelatihan imersif di INF Clairefontaine, Prancis, pada 3-9 Mei 2026 mendatang. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas teknis, pemahaman taktis, serta penguatan aspek mental melalui metodologi pelatihan yang diterapkan oleh French Football Federation, sekaligus memberikan paparan langsung terhadap sistem pembinaan sepak bola elite yang telah melahirkan pemain kelas dunia, sehingga para peserta diharapkan dapat membawa kembali pengetahuan dan praktik terbaik guna berkontribusi pada pengembangan sepak bola putri Indonesia di masa depan.

PSSI menilai bahwa pengembangan sepak bola putri membutuhkan ekosistem yang kuat, tidak hanya dari sisi pemain, tetapi juga pelatih, administrator, dan pemimpin olahraga. Melalui kolaborasi ini, PSSI berkomitmen untuk terus membuka lebih banyak peluang bagi perempuan Indonesia untuk berkembang dan berprestasi di dunia sepak bola.

Fabien Penone selaku Duta Besar Prancis untuk Indonesia, mengatakan ini adalah langkah awal dan berharap kolaborasi ini memberikan dampak positif bagi kemajuan sepak bola perempuan di kedua negara. “Ini baru langkah awal. Dalam beberapa minggu ke depan, sekelompok pemain dan pelatih perempuan Indonesia akan berangkat ke Clairefontaine, pusat pelatihan nasional Federasi Sepak Bola Prancis.”

“Seperti yang kita ketahui, Clairefontaine dikenal sebagai “pabrik” pemain sepak bola Prancis, tempat lahirnya pemain-pemain kelas dunia seperti Thierry Henry, Nicolas Anelka, Marcus Thuram, dan tentu saja Kylian Mbappé. Kunjungan ini akan berlangsung pada 3 hingga 9 Mei, dan kami sangat senang menyambut para peserta dari Indonesia,” ungkap Fabien Penone dalam sambutan.

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir atas terwujudnya kerja sama ini.

“Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam membangun fondasi sepak bola putri Indonesia secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa pembinaan dilakukan dari usia dini hingga level elite, dengan dukungan sistem yang kuat, termasuk peningkatan kualitas pelatih, kompetisi, dan manajemen. Harapannya, program ini dapat melahirkan lebih banyak talenta perempuan Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional.”

Hal senada juga disampaikan Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono di kesempatan yang sama. “Kami melihat program ini sebagai momentum penting untuk memperkuat ekosistem sepak bola putri di Indonesia, sekaligus membuka lebih banyak akses dan peluang bagi perempuan untuk berkembang, baik sebagai pemain, pelatih, maupun profesional di industri sepak bola.”

Pada akhirnya, pengembangan sepak bola putri tidak semata berbicara tentang performa di atas lapangan, tetapi juga tentang membuka akses yang lebih luas, membangun kepercayaan diri, serta menciptakan peluang dan masa depan yang lebih baik bagi generasi perempuan Indonesia. (pssi)

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button