Berita TerkiniKALTIM

Perangkat Desa Giripurwa Kunjungan Studi Ke Bali, Habiskan ADD Setengah Milliar Rupiah, Menimbulkan Amarah Warga

Adara Timur – Kunjungan Studi Tiru ke Bali yang dilaksanakan oleh perangkat Desa Giripura Kecamatan Penajam Paser Utara meraup Alokasi Dana Desa setengah milliar atau sebesar Rp 500 Juta. Hal tersebut membuat warga geram karena dinilai penyalahgunaan anggaran yang seharusnya dapat dialokasikan terhadap kebutuhan yang lebih efisien.

Informasi kunjungan studi tiru ke Bali diketahui Warga yang berimbas terhadap gerakan aksi damai yang disebut Kelompok Masyarakat Giripurwa Peduli KMGP dengan beberapa tuntutan, salah satunya menuntut Kepala Desa Giripurwa Kecamatan Penajam Paser Utara PPU untuk mundur dari jabatan.

Imbas dari kunjungan Studi tiru ke Bali yang meraup anggaran Alokasi Dana Desa ADD yang sangat besar, sebesar Rp 500 Juta yang dinilai sia sia.

KMGP menggelar aksi damai di Balai Desa Giripurwa yang melibatkan puluhan warga, mereka menganggap perjalanan yang meraup anggaran besar membawa 48 peserta tidak seharusnya dilakukan, mengingat kondisi anggaran yang sedang efisiensi. Kamis, (11/12/2025).

Bodro Lukito selaku penanggung jawab KMGP, menegaskan bahwa Anggaran sejumlah Rp 500 Juta seharusnya dapat dialokasikan terhadap kegiatan yang lebih efektif, seperti pengembangan infrastruktur desa. Bukan digunakan untuk kegiatan yang tidak ada output dan terkesan hanya jalan jalan saja.

Sambung pria yang kerap disapa Bodro, ia meminta keterbukaan transparansi secara penuh terkait penggunaan dana tersebut, meliputi sumber pembiayaan, hasil yang diharapkan, serta kesesuaiannya dengan regulasi yang berlaku.

“Jika mengacu pada Peraturan Bupati Perbup Tahun 2023, Alokasi Dana Desa dilarang digunakan untuk kunjungan studi tiru,” ucap Bodro.

KMGP melalui keterangan resmi nya mendesak Inspektorat Kabupaten PPU untuk melakukan Audit atau menindak lanjuti laporan terkait penggunaan ADD dalam studi tersebut.

Dalam kesempatannya, Bodro juga meminta kejelasan Kepala Desa Giripurwa, untuk menyajikan bukti konkret penggunaan anggaran dan menjelaskan secara terperinci, dampak nyata dari kegiatan studi tiru itu bagi kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Mas Habi Rudianto selaku Kepala Desa Giripurwa membenarkan bahwa, ADD sebesar Rp 500 Juta telah digunakan untuk kegiatan kunjungan studi tiru ke Bali.

Namun, dalam pembenaran nya memakai alokasi dana yang dinilai sangat fantastis, Mas Habi Rudianto tidak memberikan penjelasan detail, mengenai dampak studi tiru maupun perincian anggaran dalam forum tersebut.

Ia hanya menyatakan komitmen untuk menyiapkan dan menyerahkan seluruh bukti pertanggungjawaban, sesuai permintaan masyarakat.

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button