Berita TerkiniHeadlineKALTIM

Samarinda Siaga Polusi: Hanya dalam 2 Jam, Kualitas Udara Anjlok ke Status Sangat Tidak Sehat

ADARA TIMUR – Lonjakan polusi udara yang sangat drastis melanda Kota Samarinda dan sekitarnya pada Rabu (16/9/2026), memicu alarm kewaspadaan bagi warga setempat. Data terbaru dari sensor Stasiun Meteorologi Kelas II Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda menunjukkan bahwa konsentrasi partikulat halus PM2.5 meroket hingga menyentuh angka 210,4 µg/m³ pada sore hari, menempatkan ibu kota Kalimantan Timur ini dalam status Sangat Tidak Sehat.
Kronologi Lonjakan Polutan: Dari Sedang hingga Zona Merah Tua
Berdasarkan grafik fluktuasi yang dirilis oleh stasiun meteorologi, kondisi udara Samarinda sebenarnya sempat berada pada level yang relatif aman sepanjang malam hingga siang hari.
  • Stabil di Malam Hari: Sejak sore hari sebelumnya hingga pukul 02.00 WITA dini hari, konsentrasi PM2.5 bertahan stabil di kategori Sedang (Warna Biru).
  • Geliat Pagi Hari: Sempat terjadi sedikit kenaikan polutan pada pagi hari sekitar pukul 05.00 hingga 08.00 WITA yang masuk dalam kategori Tidak Sehat (Warna Jingga), namun kondisi ini kembali melandai saat matahari meninggi.
  • Kondisi Siang Hari: Pada pukul 14.00 WITA, indikator udara masih menunjukkan angka 50,6 µg/m³, yang berarti udara Samarinda masih masuk dalam ambang batas kategori Sedang.
Pembalikan situasi secara ekstrem terjadi menjelang sore hari. Dalam kurun waktu yang sangat singkat, polutan udara mengalami akumulasi yang masif dan tidak terduga.
Hanya satu jam setelah kondisi siang yang landai, tepatnya pada pukul 15.00 WITA, konsentrasi partikulat langsung melesat tinggi melampaui 150 µg/m³ (ditandai dengan batang merah).
Puncaknya terjadi pada pukul 16.00 WITA, di mana indeks polusi mencapai 210,4 µg/m³ dengan status Tren: Meningkat. Kenaikan yang mencapai lebih dari empat kali lipat dalam waktu singkat ini menyeret Samarinda masuk ke dalam zona merah tua pemantauan udara. Angka ini juga merepresentasikan kondisi yang kian kritis karena mulai mendekati ambang batas kategori Berbahaya (> 250,5 µg/m³).
Mengingat tingginya konsentrasi partikulat PM2.5 yang dapat menembus sistem pernapasan dalam, masyarakat Samarinda dan sekitarnya diharapkan meningkatkan kewaspadaan. Pihak berwenang mengimbau warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan, untuk:
  1. Mengurangi atau menghindari aktivitas berat di luar ruangan.
  2. Selalu mengenakan masker standar medis (seperti tipe N95) jika terpaksa harus keluar rumah.
  3. Menutup ventilasi rumah saat intensitas kabut polusi sedang tinggi di lingkungan sekitar. (tian)
Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button