Berita TerkiniGerbang Nusantara

Sinergi Lintas Pulau: Pemkab PPU dan Sinjai Teken Kerja Sama Perluasan Pasar Produk Lokal

ADARA TIMUR – Langkah taktis dan strategis diambil oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam upaya memperluas jaringan ekonomi serta memperkuat ketahanan pangan antarwilayah. Melalui sebuah pertemuan resmi yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Sulawesi Selatan, pada Selasa (13/10/2026), Pemkab PPU secara resmi menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Sinjai. Kolaborasi lintas pulau ini dirancang untuk saling mengoptimalkan keunggulan komoditas dan potensi ekonomi yang dimiliki oleh masing-masing daerah.

Rombongan berskala besar dari Bumi Benuo Taka dipimpin langsung oleh Bupati PPU H. Mudyat Noor yang didampingi oleh Sekretaris Daerah PPU Drs. Tohar, M.M. beserta jajaran kepala dinas terkait. Kedatangan mereka disambut penuh kehangatan oleh Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif, M.Si., bersama Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda, S.H., M.H., serta unsur jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Sinjai.

Audiensi intensif yang berjalan sebelum prosesi penandatanganan kesepakatan berfokus pada pemetaan peluang kerja sama antardaerah. Kedua pemerintah kabupaten sepakat bahwa ego sektoral wilayah harus dikikis demi membangun kekuatan ekonomi domestik yang saling menguntungkan. Integrasi program ini akan menyasar lima sektor utama yang menjadi penopang hidup masyarakat di kedua wilayah:

  1. Sektor Pertanian: Mengolaborasikan sistem budi daya, ketahanan pangan, dan pasokan komoditas pangan utama.
  2. Sektor Perkebunan: Memperluas pemasaran hasil perkebunan unggulan ke wilayah luar daerah.
  3. Sektor Perikanan: Memanfaatkan potensi maritim Kabupaten Sinjai dan PPU untuk pemenuhan kebutuhan protein dan industri pengolahan hasil laut.
  4. Sektor Perdagangan: Memotong rantai pasok yang panjang guna menstabilkan harga barang pokok di pasar domestik.
  5. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM): Membuka ruang pameran bersama, digitalisasi produk, serta pertukaran kerajinan khas daerah.

Melalui payung hukum kesepakatan bersama ini, kedua daerah berkomitmen untuk saling membuka akses pasar, memfasilitasi kelancaran arus distribusi logistik, serta membuka karpet merah bagi peluang investasi dari para pelaku usaha swasta maupun kemitraan berbasis masyarakat.

Bupati PPU, H. Mudyat Noor, mengatakan penguatan hubungan bilateral antardaerah bukan lagi sekadar pelengkap administratif, melainkan pilar penting dalam menyokong stabilitas ekonomi nasional. Dengan meningkatnya daya saing produk lokal, perputaran uang di tingkat bawah akan bergerak lebih cepat dan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kerja sama lintas provinsi ini merupakan langkah konkrit kita bersama dalam merespons dinamika ekonomi global dan nasional. Kita tidak ingin kesepakatan ini berhenti di atas kertas saja. Oleh karena itu, jajaran dinas teknis dari kedua pemerintah daerah harus segera bergerak menyusun rencana aksi yang implementatif, terukur, dan berkelanjutan,” tegas Mudyat Noor.

Senada dengan hal tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten Sinjai menyambut optimis kolaborasi ini. Letak geografis PPU yang kini menjadi bagian krusial dari penopang Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai menjadi peluang emas bagi Kabupaten Sinjai untuk memasok berbagai kebutuhan pangan dan komoditas unggulan mereka ke Kalimantan Timur.

Usai penandatanganan dilakukan, agenda berikutnya adalah pembentukan tim kecil antardaerah guna menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih mendalam dan teknis. Sinergi ini diharapkan menjadi percontohan ideal bagaimana dua daerah berbeda pulau dapat berkolaborasi secara harmonis demi memajukan ekonomi kerakyatan dan kemandirian daerah. (Adv)

 

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button