Berita TerkiniGerbang Nusantara

Menyambut Era IKN, Pemkab Penajam Paser Utara dan UNM Resmi Jalin Kemitraan Strategis Perkuat Kualitas SDM

ADARA TIMUR – Langkah besar diambil oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam mempersiapkan diri menghadapi pergeseran peradaban baru Indonesia. Bertempat di Ruang Rapat Utama Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat (16/10/2026), Pemkab PPU resmi menjalin kerja sama strategis yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama salah satu perguruan tinggi kependidikan terbaik di Indonesia Timur tersebut.

Penandatanganan kesepakatan bersama ini menjadi momentum krusial bagi Kabupaten PPU. Sinergi ini dirancang bukan sekadar di atas kertas, melainkan sebagai cetak biru jangka panjang dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan kapasitas aparatur daerah, serta perumusan kebijakan pembangunan daerah yang berbasis riset dan berkelanjutan.

Tidak hanya itu, posisi geografis Kabupaten PPU kini telah berubah total menjadi episentrum pembangunan nasional seiring dengan berjalannya pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke wilayah tersebut. Transformasi ini membawa konsekuensi logis: PPU tidak bisa lagi dikelola dengan cara-cara lama. Kehadiran IKN menuntut lompatan kualitas, kompetensi, dan daya adaptasi yang tinggi dari seluruh elemen daerah.

Bupati Penajam Paser Utara, H. Mudyat Noor, S.Hut., dalam sambutannya menekankan bahwa kesiapan SDM lokal adalah benteng utama agar masyarakat PPU tidak terpinggirkan di tengah masifnya arus modernisasi dan urbanisasi yang dibawa oleh IKN.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia saat ini bukan lagi sekadar program pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak bagi Kabupaten Penajam Paser Utara. Sebagai beranda depan atau wilayah yang melekat langsung dengan IKN, kita dituntut untuk melahirkan generasi dan aparatur yang kompeten, berdaya saing global, namun tetap memahami karakteristik daerah,” ujar Mudyat Noor di hadapan jajaran rektorat UNM.

Menurut Mudyat Noor, kerja sama dengan UNM ini akan difokuskan pada dua kluster utama. Pertama, peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab PPU. Dengan kompleksitas regulasi dan program pembangunan yang kian tinggi, birokrasi di PPU memerlukan penyegaran ilmu, pelatihan manajemen publik yang modern, serta studi lanjut (pascasarjana) bagi para perencana kebijakan.

Kedua, program ini menyasar masyarakat luas, khususnya generasi muda PPU. Pemkab PPU ingin memastikan akses pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (perguruan tinggi) semakin terbuka lebar dan inklusif. Melalui UNM yang memiliki keunggulan di bidang kependidikan, sains, dan teknologi, diharapkan lahir guru-guru berkualitas, tenaga ahli, serta inovator muda asli PPU yang siap mengisi berbagai posisi strategis di era IKN.

“Kami sangat berharap lewat kolaborasi ini, kesempatan bagi anak-anak muda kami di PPU untuk kuliah dan meningkatkan kompetensinya menjadi lebih mudah dijangkau. Kami ingin mereka menjadi aktor utama, penggerak roda pembangunan nasional yang sedang berlangsung di tanah kelahiran mereka sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Universitas Negeri Makassar menyambut baik komitmen tinggi yang ditunjukkan oleh Pemkab PPU. Sebagai institusi pendidikan, UNM menyatakan kesiapannya untuk menerjunkan tenaga-tenaga ahli, memfasilitasi riset terapan bagi pembangunan daerah PPU, serta membuka pintu seluas-luasnya bagi putra-putri daerah PPU yang ingin menimba ilmu.

Pasca-penandatanganan MoU ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk segera menindaklanjutinya dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis antar-dinas terkait di PPU dengan fakultas-fakultas di UNM. Dengan demikian, program beasiswa, kedinasan, pelatihan riset, maupun program pengabdian masyarakat dapat langsung berjalan dalam waktu dekat. (Adv)

 

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button