BPBD PPU Salurkan Air Bersih di Sejumlah Wilayah Terdampak Akibat Kekeringan dan Krisis Air Bersih

ADARA TIMUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat mengatasi krisis air bersih di sejumlah titik strategis. Pada Jumat (09/10/2026), tim reaksi cepat BPBD PPU melaksanakan pendistribusian air bersih massal yang dipusatkan di sejumlah wilayah yakni di wilayah Kecamatan Sepaku, seperti di Desa Karang Jinawi, Desa Sukomulyo dan sekitarnya, serta di wilayah Kecamatan Penajam seperti Masjid Sayyidul Ayam, Kelurahan Penajam, serta wilayah lainnya di Kecamatan Penajam.
Tidak hanya itu, BPBD PPU juga memperluas jangkauan layanan dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah lain di Kabupaten PPU yang mulai mengalami keterbatasan pasokan air baku akibat perubahan cuaca dan kendala teknis operasional setempat.
“Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk respons konkret pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan akses air bersih, baik untuk keperluan rumah tangga maupun fasilitas ibadah publik,” ujar Kepala BPBD PPU, Nurlaila, Senin (12/10/2026).

Pendistribusian air bersih di Masjid Sayyidul Ayam menjadi prioritas utama untuk mendukung kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah. Keberadaan pasokan air yang memadai di rumah ibadah sangat krusial, terutama untuk keperluan wudu’ jemaah dan sanitasi masjid menjelang pelaksanaan ibadah salat Jumat dan aktivitas keagamaan lainnya.
Sementara itu, penyaluran air bersih di Desa Suka Mulyo, Kecamatan Sepaku, diarahkan langsung ke pemukiman warga. Wilayah Sepaku yang kini menjadi salah satu pusat perhatian pembangunan memerlukan atensi khusus agar dinamika sosial dan kebutuhan dasar masyarakat lokal tetap terpenuhi dengan baik di tengah dinamika kewilayahan.
Menyikapi laporan warga mengenai menipisnya cadangan air di beberapa titik pemukiman, BPBD PPU langsung memetakan lokasi potensial dan mengerahkan armada tangki air tambahan. Pendistribusian air bersih ini diperluas ke beberapa kelurahan dan desa lain di wilayah Penajam Paser Utara guna memastikan tidak ada area terdampak yang luput dari penanganan darurat.
“Petugas di lapangan memastikan proses distribusi berjalan dengan tertib, merata, dan langsung menyasar tandon-tandon penampungan utama milik warga, fasilitas umum, hingga fasilitas kesehatan di lingkungan setempat. Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sanitasi, memasak, dan konsumsi harian,” tambah Nurlaila.
Ditambahkan, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak merupakan salah satu prioritas pelayanan kebencanaan yang bersifat mendesak. BPBD PPU terus melakukan monitoring berkala terhadap wilayah-wilayah lain di Kabupaten PPU yang berpotensi mengalami krisis air serupa agar langkah antisipasi dapat segera dilakukan secara terukur.
“Kami dan jajaran terus bersiaga penuh untuk memberikan bantuan kepada wilayah-wilayah yang mulai merasakan dampak keterbatasan air bersih,” pungkas Nurlaila.
Pihaknya menambahkan, penanganan krisis air ini memerlukan koordinasi yang solid. Pihak BPBD terus memetakan wilayah-wilayah terdampak dan memperkuat sinergi dengan instansi terkait agar pasokan air bisa tersalurkan secara merata dan tepat sasaran. (Adv)



