Berita TerkiniGerbang Nusantara

Sokong Produktivitas Nelayan, Dinas Perikanan PPU Salurkan Puluhan Mesin Kapal dan Ratusan Alat Tangkap

ADARA TIMUR – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terus memperkuat sektor maritim daerah melalui penyaluran stimulan sarana penangkapan ikan bagi para nelayan lokal. Pada tahun anggaran 2026 ini, Dinas Perikanan Kabupaten PPU merealisasikan pendistribusian bantuan berupa 32 unit mesin kapal jenis dompeng berkapasitas 24 PK, 630 unit alat tangkap jenis bubu, serta sejumlah paket jaring udang dan jaring ikan yang disebar ke beberapa wilayah pesisir strategis.

Langkah taktis ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan sektor perikanan tetap terjaga. Terlebih lagi, posisi geografis Kabupaten PPU saat ini bertindak sebagai mitra sekaligus daerah penyangga utama bagi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan PPU, Nani Adriana, menegaskan bahwa seluruh pengadaan fasilitas penunjang tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten PPU tahun 2026.

“Penyaluran bantuan dirancang secara selektif dan disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan konkret para nelayan di masing-masing wilayah penerima manfaat,” tuturnya, Senin (12/10/2026)

Nani menambahkan, penentuan jenis bantuan didasarkan pada hasil pemetaan komoditas tangkapan unggulan di setiap kelurahan dan kecamatan. Perbedaan alat tangkap mencerminkan fokus aktivitas penangkapan yang digeluti masyarakat setempat agar program intervensi ini berdampak maksimal terhadap hasil produksi.

“Pemerintah kabupaten selalu mengalokasikan dana khusus untuk pemenuhan sarana usaha nelayan secara berkala. Untuk alokasi tahun 2026 ini, sebanyak 32 unit mesin kapal berkapasitas 24 PK disalurkan secara terfokus kepada kelompok nelayan di wilayah Kelurahan Nenang dan Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam. Hal ini bertujuan memperluas daya jangkau operasional armada tangkap mereka ke perairan yang lebih potensial,” tambah Nani

Sementara itu, untuk bantuan alat tangkap spesifik jenis bubu sebanyak 630 unit dialokasikan seluruhnya untuk nelayan di Kelurahan Nenang yang mayoritas mengincar komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti kepiting dan rajungan. Di sisi lain, paket jaring udang dan jaring ikan didistribusikan secara meluas ke wilayah Kecamatan Babulu, Kecamatan Waru, dan Kecamatan Penajam guna mendukung nelayan yang beroperasi di sekitar ekosistem mangrove dan muara sungai.

Menurut Nani, ketepatan sasaran dalam memilih alat tangkap sangat krusial mengingat variasi habitat di perairan PPU. Komoditas rajungan umumnya banyak diburu di area terumbu karang seperti kawasan pesisir Tanjung Jumlai,  sedangkan kepiting bakau melimpah di ekosistem mangrove Pantai Lango, Gresik, Mentawir hingga perairan Bbulu Laut.

Penyaluran stimulus mesin dan alat tangkap baru ini juga menjadi modal optimisme Dinas Perikanan PPU dalam mengejar target tahunan. Sektor perikanan tangkap di PPU menunjukkan tren positif dengan catatan produksi yang konsisten melampaui separuh target tahunan pada pertengahan tahun berjalan.

“Berdasarkan pendataan terakhir kami hingga Juni 2026, realisasi volume produksi ikan tangkap nelayan di PPU sudah menyentuh angka 3.670 ton. Jumlah tersebut sudah melewati 50 persen dari total target yang dibebankan tahun ini, yakni sebesar 6.740 ton. Kami sangat optimistis bahwa target di sisa semester kedua periode Juli–Desember 2026 ini dapat tercapai sepenuhnya,” tambahnya.

Ditambahkan, fluktuasi cuaca seperti musim angin selatan membawa tantangan tersendiri berupa gelombang tinggi, namun di sisi lain momen tersebut justru memicu peningkatan populasi tangkapan udang dan kepiting di wilayah pesisir. Keberadaan mesin berkapasitas 24 PK serta jaring yang andal diharapkan dapat membantu nelayan tetap beroperasi dengan aman dan produktif di tengah dinamika musim tersebut.

Sebagai daerah dengan garis pantai sepanjang 272 kilometer, Kabupaten PPU memiliki potensi kelautan yang sangat besar dengan basis data nelayan yang cukup padat. Dinas Perikanan mencatat saat ini terdapat 2.902 nelayan yang aktif dan terorganisasi ke dalam 367 kelompok nelayan, dengan dukungan armada kapal berbagai ukuran mencapai 2.505 unit.

“Dengan adanya bantuan sarana yang bersinergi dengan program perlindungan jaminan sosial dari pemerintah, Pemkab PPU berharap sektor perikanan tidak hanya menjadi penopang kesejahteraan rumah tangga nelayan semata, melainkan mampu mengamankan rantai pasok protein ikan secara berkelanjutan untuk kebutuhan pasar lokal, wilayah Kalimantan Timur, hingga pemenuhan konsumsi di lingkungan Ibu Kota Nusantara,” tutupnya. (Adv)

 

Selengkapnya

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button