Kritik Sembako hingga Bahas IKN, Kelompok Cipayung Plus Temui Jokowi

ADARA TIMUR – Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus berharap pemindahan ibu kota negara tidak membuat malu. Hal itu mereka sampaikan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/3).
Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Raihan Ariatama mengatakan Cipayung Plus berkomitmen mengawal kebijakan pemindahan ibu kota negara dan mereka berharap kebijakan itu bisa berjalan baik.
“Kelompok Cipayung Plus berkomitmen untuk membersamai program ini agar pemindahan ibu kota negara baru bisa berjalan baik dan tidak membuat malu, bisa menjadi prestasi, legacy, presiden hari ini di mata dunia,” kata Raihan disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden
Para mahasiswa juga menyampaikan kritik mengenai stabilitas harga bahan pokok. Mereka menyampaikan persoalan bahan pokok menjadi kegelisahan masyarakat akhir-akhir ini.
Mereka pun membahas sejumlah program yang digagas kelompok Cipayung Plus. Salah satunya program Rumah Kebangsaan yang diharapkan dapat merajut kesatuan bangsa.
“Program Rumah Kebangsaan yang merupakan salah satu program andalan kami pada periodisasi kali ini untuk tetap menjaga, merawat persatuan dan kesatuan kita karena Indonesia sangat beragam,” ujar Raihan.
Kelompok Cipayung Plus terdiri dari 12 organisasi mahasiswa. Pada pertemuan itu, Cipayung Plus diwakili oleh 12 pimpinan organisasi mahasiswa, diantaranya:
- Raihan Ariatama, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI);
- Jefri Gultom, Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI);
- . Muhammad Abdullah Syukri, Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII);
- Benidiktus Papa, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI);
- I Putu Yoga Saputra, Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI);
- Abdul Musawir Yahya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiah (DPP IMM);
- Wiryawan, Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Budhis Indonesia (PP HIKMAHBUDHI);
- Muhammad Asrul, Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND);
- Rafani Tuahuns, Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII);
- Iqbal Muhammad Dzilal, Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS);
- Zaki Ahmad Rivai, Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI); dan
- Arjuna Putra Aldino, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI). Repoter AL/CNNIndonesia



