Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Disdikpora PPU Gelar Bimtek Pendidikan Inklusi Dasar 2026

ADARA TIMUR – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan yang berkeadilan dan merata. Salah satu langkah nyatanya dibuktikan dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tenaga Pendidik Pendidikan Inklusi Dasar Tahun 2026.
Kegiatan strategis yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 21 hingga 24 September 2026 ini, dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikpora Kabupaten PPU, Muhtar, S.Pd., M.M.
Sebanyak 38 peserta yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan dari berbagai satuan pendidikan formal tampak memadati ruang kegiatan. Para peserta ini merupakan perwakilan pilihan dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Pendidikan Dasar (SD dan SMP) yang berasal dari seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten PPU. Sepanjang pembukaan, atmosfer antusiasme yang tinggi terlihat jelas dari para pendidik yang siap menyerap ilmu baru ini.
Bimtek Pendidikan Inklusif Tingkat Dasar ini dirancang sebagai program akselerasi untuk memperkuat paradigma para guru dalam melihat keragaman di dalam kelas. Melalui pelatihan intensif ini, para tenaga kependidikan diberikan akses penuh dan kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan kompetensi mereka, khususnya dalam mendeteksi, memahami, serta merespons kebutuhan belajar murid yang sangat beranekaragam.
Dalam arahannya saat membuka acara, Plt. Kadisdikpora PPU, Muhtar, S.Pd., M.M., memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya mengubah pola pikir institusi pendidikan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.
“Pendidikan adalah hak segala bangsa, dan itu berarti tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal atau terpinggirkan di Kabupaten PPU. Melalui Bimtek ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh guru kita memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menyambut keragaman tersebut dengan tangan terbuka,” ujar Muhtar dalam sambutannya.
Ditambahkan, tantangan mengajar di sekolah inklusi membutuhkan kepekaan nurani di samping keahlian akademis.
“Setiap anak itu unik dan memiliki cara belajar yang berbeda. Melalui pemahaman inklusi yang dasar ini, saya berharap para guru tidak lagi melihat perbedaan sebagai hambatan, melainkan sebagai kekayaan warna di ruang kelas. Mari kita ciptakan ruang belajar yang adaptif dan solutif bagi anak didik kita,” imbuhnya.
Melalui pelaksanaan Bimtek yang komprehensif ini, Disdikpora Kabupaten PPU menaruh harapan besar bagi masa depan wajah pendidikan daerah. Output utama yang dibidik adalah lahirnya ekosistem dan proses pembelajaran yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga ramah dan menyenangkan secara psikologis bagi seluruh murid tanpa memandang latar belakang, keterbatasan, maupun kebutuhan khusus mereka. Dengan demikian, pemerataan kualitas pendidikan inklusif di seluruh sekolah se-Kabupaten Penajam Paser Utara dapat segera terakselerasi dengan baik. (ADV)



