Jembatan Sungai Riko dan Proyek Intake jadi Prioritas Diusulkan ke Pusat

ADARA TIMUR – Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor terus berkreasi untuk membangun infrastruktur maupun sumber daya manusia di Penajam Paser Utara. Meski kondisi fiskal yang terjepit, namun hal itu tidak menyurutkan orang nomor satu ini untuk memajukan daerahnya.
Mudyat menjelaskan, pihaknya tengah beberapa program pembangunan infrastruktur strategis kepada kementerian koordinator terkait. Langkah ini diambil guna membuka peluang kucuran pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dengan membidik penguatan kawasan-kawasan strategis yang memiliki keterkaitan langsung maupun dampak berantai bagi akselerasi IKN dan pertumbuhan ekonomi di daerahnya.
“Tentu dengan kondisi fiskal kita yang seperti ini, makanya kita harus jemput bola ke kementrian terkait agar pembangunan di PPU ini tetap berjalan dengan baik,” ujarnya, Senin (12/10/2026).
Dari belasan proyek yang diusulkan, yakni terdapat dua proyek raksasa, pertama rencana pembangunan Jembatan Sungai Riko dan proyek Intake atau Pengambilan Air Baku Sungai Riko. Pembangunan Jembatan Sungai Riko dirancang sebagai simpul vital untuk menghubungkan Kawasan Industri Buluminung sekaligus diintegrasikan dengan jaringan utama Jalan Tol IKN. Infrastruktur ini menjadi sangat krusial untuk memangkas rantai pasok dan jalur logistik dari wilayah selatan menuju kawasan inti pemerintahan ibu kota baru.
Sementara itu, proyek Intake Sungai Riko diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam pemenuhan kebutuhan pengairan dan air bersih bagi masyarakat PPU. Fasilitas ini utamanya akan menopang sektor pertanian di wilayah hilir yang selama ini masih sangat bergantung pada curah hujan, sehingga ketahanan pangan di wilayah penyangga IKN dapat tetap terjaga dengan kokoh.
“Jadi nantinya rencana dua kegiatan ini bisa menunjang perjalan logisitik di wilayah tersebut. Misalnya di sektor konektivitas darat dan laut, optimalisasi Pelabuhan Benuo Taka di Kelurahan Buluminung juga turut didorong melalui peningkatan kualitas Jalan KMS menuju Simpang Empat Ingkur Majapahit sepanjang jalur logistik Sepaku. Infrastruktur pelabuhan ini juga akan diintegrasikan konektivitasnya dengan Bandara Internasional Nusantara di IKN. Melalui pengerjaan interkoneksi ini, waktu tempuh pengiriman logistik menuju IKN diklaim mampu dihemat hingga 45 menit karena berhasil memotong jarak tempuh perjalanan darat mencapai 30 kilometer,” jelasnya.(Adv)



