Akselerasi Pembangunan Infrastruktur, Pemkab PPU Dorong Revitalisasi Tiga Fasilitas Strategis Melalui Sinergi Pusat dan Daerah
ADARA TIMUR – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat dalam memperjuangkan peningkatan kualitas infrastruktur pelayanan publik dan fasilitas umum di wilayahnya. Langkah diplomasi pembangunan ini ditunjukkan melalui kunjungan kerja jajaran Pemerintah Kabupaten PPU yang dipimpin langsung oleh Bupati PPU, Mudyat Noor, ke Kantor Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalimantan Timur.
Kunjungan resmi tersebut bertujuan untuk menyerahkan berkas usulan teknis terkait pembenahan dan revitalisasi sejumlah prasarana vital yang menjadi kebutuhan mendesak warga Penajam Paser Utara. Terdapat tiga titik strategis yang menjadi fokus utama dalam usulan tersebut, yakni sektor kebudayaan, pelayanan kesehatan, serta fasilitas olahraga.
Dalam usulan pertama, Pemkab PPU mendorong pembenahan Rumah Adat Kuta Rekan Tatau. Langkah revitalisasi ini dipandang sangat penting sebagai upaya pelestarian nilai-nilai sejarah dan kebudayaan lokal agar tetap lestari di tengah derasnya arus modernisasi daerah.
Pada sektor kesehatan, perhatian diarahkan pada peningkatan dan modernisasi sarana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh masyarakat PPU mendapatkan akses serta standar pelayanan medis yang lebih optimal, aman, dan memadai. Sementara pada sektor kepemudaan, pembenahan Stadion Panglima Sentik diproyeksikan untuk mengembalikan fungsi stadion sebagai pusat kegiatan olahraga, pembinaan talenta muda, hingga wadah penyelenggaraan ajang-ajang daerah.
Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan, pembenahan ketiga fasilitas ini merupakan prioritas utama pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan riil masyarakat.
“Kami hadir membawa aspirasi langsung dari masyarakat Penajam Paser Utara. Tiga fasilitas ini—Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, RSUD Ratu Aji Putri Botung, dan Stadion Panglima Sentik—merupakan elemen vital yang menyangkut pelayanan dasar, pemajuan kualitas generasi muda, serta penjagaan identitas budaya daerah kita,” ujarnya
Ditambahkan, keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi penghambat dalam menghadirkan fasilitas publik yang berkualitas. Oleh karena itu, penguatan jaringan komunikasi dan koordinasi dengan Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kaltim menjadi kunci utama agar program pembangunan dapat disokong oleh APBN.
“Kami optimistis dengan kolaborasi yang kokoh antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, percepatan revitalisasi ini dapat segera terwujud. Ketika sarana kesehatan makin representatif, sarana olahraga siap mencetak atlet berprestasi, dan pusat kebudayaan kita tertata dengan anggun, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui sinergi yang terus terjalin ini, Pemerintah Kabupaten PPU berharap usulan revitalisasi prasarana strategis tersebut dapat segera ditindaklanjuti ke tahap perencanaan fisik dan penganggaran, sehingga mampu mendongkrak kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah Penajam Paser Utara secara berkelanjutan. (Adv)



