ADVERTORIALBerita Terkini
Pacu Mutu Pendidikan Benuo Taka, Plt Kadisdikpora PPU Tekankan Pemanfaatan BOSKIN Berbasis Rapor Pendidikan

ADARA TIMUR – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong transformasi tata kelola satuan pendidikan secara masif. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Tata Kelola Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan SMPN 5 Penajam Paser Utara.
Acara strategis yang menyasar peningkatan kapasitas Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdikpora PPU, Muhtar, S.Pd., M.M. Dalam arahannya di hadapan para peserta, Muhtar membawa misi penting mengenai reformasi paradigma manajemen sekolah yang harus bergerak lebih adaptif dan berbasis digital.
Agenda bimtek kali ini mengupas tuntas tiga pilar utama pembangunan pendidikan kontemporer, yaitu penguatan sistem penjaminan mutu, akselerasi digitalisasi sekolah, serta peningkatan kemampuan Literasi dan Numerasi (Litnum) siswa. Ketiga fokus tersebut diintegrasikan melalui strategi optimalisasi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (BOSKIN).
Dalam pemaparannya yang mendalam, Muhtar memberikan catatan kritis terkait pelaksanaan SPMI selama ini. Ia menegaskan bahwa penjaminan mutu internal sekolah tidak boleh lagi terjebak pada formalitas pemenuhan dokumen administrasi di atas kertas belaka. Sebaliknya, SPMI harus bertransformasi menjadi budaya kerja harian yang berkelanjutan dan berpijak pada realita serta kebutuhan riil masing-masing sekolah.
“Kita perlu mengubah cara pandang lama. Mutu sekolah diukur dari dampak nyata di ruang kelas, bukan dari tumpukan berkas dokumen,” tegas Muhtar.
Lebih lanjut, ia memberikan instruksi keras kepada seluruh jajaran kepala sekolah dan bendahara satuan pendidikan agar menggunakan dana BOS Kinerja secara presisi, transparan, dan akuntabel.
Muhtar menekankan bahwa setiap rupiah anggaran belanja yang keluar wajib bersumber dari Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang merujuk langsung pada indikator Rapor Pendidikan sekolah masing-masing. Dengan begitu, intervensi anggaran dapat langsung menyasar akar masalah utama pembelajaran dan memberikan dampak signifikan terhadap tumbuh kembang murid.
Melalui bimtek intensif ini, Disdikpora PPU berharap seluruh sekolah penerima BOSKIN mampu melahirkan inovasi program yang linier dengan target peningkatan indeks literasi dan numerasi daerah di masa depan. (adv)



